Sabtu, 27 Oktober 2012

gagal follow blog bocah yang namanya "tak-boleh-disebut"

follow , kegiatan yang banyak kita lakukan. iyak, emang seriusan gue ndeng, kita pasti sering kan melakukan follow dalam keseharian kehidupan kita , entah follow orang, follow twitter org, follow blog orang, follow heello orang (tau heello kan pemirsah? kalo gatau googling deh), dan yg terakhir bahkan follow temlen mantan (inimah namanya mantan gagal move on sodara, #pukpuk mantan gagal moveon) , kalo follow yang terakir ini seh sering terjadi pada pasangan pasangan yang pisahnya tidak berdasar kesepakatan mufakat seperti yang telah dianjurkan Undang Undang pemerintah. follow temlen mantan sesungguhnya hasil letupan emosi psikologis seseorang yang telah berada pada ujung ketidakpastian. jelas jelas udah gak pasti , ngapain cobak pake acara tetep di follow, hello !!!! moveon peliss!!! *tiba tiba jadi penggalak ke move on.an sejuta umat*

stop stop stop *ini bukan nyegat angkot loh ya sodara* , ini stop dalam arti sesungguhnya. gue mau melurusin arah post gue yang sudah semakin melebar selebar badan bocah yang namanya "tak-boleh-disebut". post gue kali ini itu berkisah tentang kegagalan gue ketika berupaya untuk memfollow blog bocah yang namanya "tak-boleh-disebut". gue heran aja gt, padahal "dulu" *yang arti "dulu"nya dapat kalian temukan pada post saya yang sebelum ini* pas awal awal gue main blog itu gue bisa dengan mudahnya memfollow blog orang, tapi kenapa "sekarang" disaat semua serba mudah semudah aku jatuh cinta padamu *tiba tiba galo* malah gue gabisa follow blog bocah yang namanya "tak-boleh-disebut"  itu, mungkin ini yang dinamakan "terselamat dari belenggu setan" :')

1 komentar: